Jumat, Juli 23, 2010

Rindu Mendera Sukma

Selembar rindu masih tersimpan dalam kalbu
Sehelai kangen masih tertata rapi disudut hati...
Seberkas kenangan masih bersemayam dilubuk sanubari...

Menghiasi bilik bilik hati...
Tunggu waktu tuk curahkan semuanya....
Biar lapang dada ini...
Biar lega perasaan ini..

Tapi.....................
Entah kapan waktu bakal menghampiri....
Entah bila waktu hendak berbaik hati....
Entah bila waktu bersahabat....

Entah kapan terlepas semua belenggu krinduan....
Entah kapan tertuang segala kangen yang mendera sukma....
Begitu letih raga ini tuk menunggu....
Begitu letih jiwa ini tuk menanti....

Begitu lama terasa penantian....
Harap cemas mengukir relung hati....
Hanya kesabaran yang kupunyai.....
Hanya ketabahan yang kumiliki.....
Biarlah waktu berjalan semaunya.....
Biarlah waktu yang menentukan....

Puisi Maaf

Dihari yang baik dalam hidupku,
Ku susun jari tuk memohon setangkai maaf darimu
Atas rangkaian kata yang telah mengusik ketenangan hatimu

Kusadari...........
Tak sewajarnya hal itu kuungkapkan,
Tak sepantasnya hal itu kuucapkan,
Semua terjadi diluar kehendak,
Mengalir deras bak air terjun,
Tak kuasa ku membendungnya
Jari-jari tangan pun dengan bebasnya menari di atas tut,
Tanpa ada perasaan berdosa sedikitpun
Menuliskan segala beban yang mendekam
Mencurahkan segala yang tersimpan jauh dilubuk hati

Saat bertemu denganmu
Diriku hanyut terbawa emosi kemasa silam
Diriku tak kuasa menahannya
Tertumpahlah semua yang terpendam
Butiran-butiran air pun turun pelan-pelan
Membasahi wajah yang sudah mulai beranjak senja

Dihari ulang tahunku
Ku susun jari tuk meminta selembar maaf darimu
Atas rangkaian kata yang telah mengusik ketentraman jiwamu

Kukan berupaya mengubah semua perasaan ini,
Menjadi sebingkai persahabatan sejati lagi mulia
Walaupun terasa berat dihati,
Walaupun terasa pahit tuk ditelan,
Kenyataan harus dihadapi,
Kenyataan harus dilalui
Kisah lama biar jadi kenangan manis tuk selamanya
Biarkan ia tertidur lelap dan tak bangun kembali.